Guerilla marketing atau pemasaran gerilya adalah strategi pemasaran yang kreatif dan inovatif. Contoh guerilla marketing sudah banyak dilakukan brand-brand besar.
Guerilla marketing pun bisa ditemui di tempat umum, seperti konser, event olahraga, pusat perbelanjaan, dan tempat umum lainnya. Strategi marketing ini diketahui bisa menghasilkan penjualan yang optimal.
Lantas, apa saja contoh guerilla marketing yang bisa diterapkan? Simak penjelasan lengkapnya di artikel Adsumo kali ini.
Apa Itu Guerilla Marketing?
Sumber: Freepik
Dalam buku Rahasia Sukses Bisnis Modern, guerilla marketing adalah strategi pemasaran yang inovatif, tidak konvensional, dan biaya rendah untuk memperoleh paparan maksimal suatu produk.
Sementara itu, dalam Jurnal Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi UIN Imam Bonjol Padang, guerilla marketing diharapkan muncul kegiatan unik dan spektakuler, sehingga kampanye pemasaran konvensional semakin efektif dan efisien.
Dalam Hubspot, disebutkan bahwa istilah ini muncul pertama kali pada awal 1980an yang dikenalkan oleh penulis bisnis Jay Conrad Levinson yang menulis beberapa buku tentang strategi gerilya di beberapa bidang profesional.
Meskipun demikian, pada praktiknya guerilla marketing dahulu berbeda dengan guerilla marketing saat ini. Sebab, kini teknologi internet sudah semakin berkembang, sehingga turut mempengaruhi perkembangan marketing gerilya.
Jenis-jenis Guerilla Marketing
Jenis pemasaran gerilya ternyata cukup beragam. Lantas, apa saja jenis guerilla marketing? Simak penjelasannya berikut ini.
Street Marketing
Street marketing atau yang juga dikenal dengan nama pemasaran jalanan yaitu strategi pemasaran yang dilakukan secara out of the box supaya publik merasa terkejut.
Dengan cara ini, maka citra mereka atau produk akan semakin kuat. Contoh guerilla marketing jenis ini yaitu menurunkan SPG di tengah kemacetan jalan raya atau membagikan es krim gratis di taman kota.
Ambient Marketing
Ambient marketing atau pemasaran sekitar bisa dilakukan dengan memasang iklan yang tidak terduga dengan memanfaatkan area orang sedang istirahat. Contohnya, memasang iklan di toilet bkamura atau shelter bus.
Viral Marketing
Viral marketing dilakukan untuk menyebarkan pesan kepada publik dengan konten yang menarik dan relevan. Contohnya, membuat konten viral bersama influencer yang sedang populer, mendesain bus dengan iklan menarik, dan lain sebagainya.
Ambush Marketing
Ambush marketing adalah strategi pemasaran yang dijalankan dengan tujuan agar publik merasa terkejut adanya iklan yang muncul tiba-tiba. Contohnya, Coca-cola yang sering menjadi sponsor acara olahraga. Namun, secara mengejutkan Pepsi juga ikut menjadi sponsor tim olahraga.
Grassroots
Grassroots dijalankan dengan tujuan untuk membangun hubungan erat antara merek dengan pelanggan. Perusahaan perlu melakukan pendekatan yang personal kepada pelanggan, dengan harapan pelanggan bisa merekomendasikan produk tersebut ke orang lain.
Underground Marketing
Underground marketing adalah metode pemasaran dengan memanfaatkan sosial media. Namun, audiens tidak merasa kalau kamu sebagai pemasar sedang melakukan tindakan pemasaran.
Alternative Marketing
Alternative marketing adalah metode pemasaran dengan biaya rendah yang menargetkan audiens tertentu, seperti kelompok usia tertentu dan komunitas atau etnis tertentu.
Strategi ini bisa berupa menyebarkan selebaran, poster, leaflet, dan program penyebaran informasi di seluruh komunitas untuk menyampaikan pesan.
Presence Marketing
Banyaknya orang yang mengakses internet untuk mencari produk atau layanan yang mereka butuhkan, membuat kita sebagai pemilik bisnis harus selalu hadir di setiap perjalanan pembelian mereka. Dengan cara ini, maka kamu bisa menjaga audiens.
Presume Marketing
Presume marketing adalah metode pemasaran yang menempatkan produk di acara TV, film, dan sosial media. Produk yang ditempatkan seolah-olah bukan kegiatan pemasaran. Contoh guerilla marketing jenis ini yaitu seorang aktor yang minum air mineral di sebuah film.
Wild Posting
Wild posting adalah bentuk iklan saat poster statis ditempatkan dalam jumlah banyak di beberapa lokasi, terutama di area perkotaan padat untuk menarik perhatian audiens.
Wild porting merupakan bentuk pemasaran murah yang menawarkan interest tinggi bagi pelaku bisnis, sehingga bisa mendorong kesadaran audiens yang melihat pemasaran tersebut.
Experiential Marketing
Terakhir, jenis marketing gerilya yaitu experiential marketing yang merupakan usaha untuk mengemas produk, sehingga bisa menawarkan pengalaman emosi sampai menyentuh hati atau perasaan konsumen.
Experiential marketing merujuk pada pengalaman nyata pelanggan terhadap brand untuk meningkatkan penjualan dan brand image atau awareness.
Contoh Guerilla Marketing
Sumber: Freepik
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa guerilla marketing sudah banyak diterapkan perusahaan besar. Berikut ini beberapa contoh guerilla marketing dari beberapa brand besar.
McDonald’s
McDonald’s atau McD merupakan perusahaan makanan cepat saji yang ternyata sudah menerapkan pemasaran gerilya. Mereka menggandeng boy group asal Korea Selatan, BTS untuk membantu mensukseskan pemasaran mereka.
Kerja sama antara McD dengan BTS membuat brand ini kembali dilirik banyak orang. Ide kreatif di momen yang tepat dan endorsement yang kuat membuat target penjualan dan brand awareness lebih mudah tercapai.
Kopiko
Selain McD, Kopiko juga menjalankan strategi marketing guerilla. Mereka memasang iklan di beberapa drama Korea, seperti Vincenzo, Hometown Cha Cha, dan Mine.
Dalam drama Korea tersebut, aktor atau aktrisnya merekomendasikan permen ini dan tampak menikmati permen Kopiko tersebut.
Kemunculan brand asal Indonesia ini sontak membuat banyak masyarakat Indonesia gempar dan membuat brand awareness Kopiko meningkat.
Samsung
Contoh guerilla marketing juga pernah dijalankan Samsung. Saat meluncurkan Galaxy S23 baru, mereka membuat kampanye Capture The Night yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara kreativitas dan teknologi.
Samsung menciptakan platform website yang menjadi tempat bagi audiens untuk mengunggah foto malam yang diambil dengan kamera malam Samsung Galaxy S23. Platform ini akan menganalisis foto dan menggunakan algoritma AI untuk menentukan gaya musim setiap foto.
Tips Menerapkan Guerilla Marketing
Guerilla marketing bisa dijalankan siapa saja, termasuk kamu yang baru memulai usaha. Berikut ini beberapa tips menerapkan pemasaran gerilya yang bisa kamu terapkan.
Mengenali Target Audiens kamu
Langkah pertama dalam guerilla marketing adalah memahami siapa audiens kamu. Ketahui apa yang mereka sukai, kebiasaan mereka, dan di mana mereka sering beraktivitas. Informasi ini penting agar kampanye kamu relevan dan mampu menarik perhatian mereka.
Berbicara mengenai target audiens, kamu bisa mempelajari karakteristik target audiens dengan mudah menggunakan fitur riset audiens dari Adsumo.
Memanfaatkan Lokasi Strategis
Pilih lokasi yang sering dilalui atau menjadi tempat berkumpul target audiens kamu. Misalnya, jika target kamu adalah pekerja kantoran, jalankan kampanye di dekat area perkantoran. Pastikan aktivitas kamu mudah terlihat namun tetap sesuai aturan setempat.
Gunakan Kreativitas Maksimal
Kunci utama guerilla marketing adalah ide yang unik dan tidak biasa. Misalnya, kamu bisa memanfaatkan seni jalanan (street art), instalasi visual mencolok, atau aksi teatrikal yang menggugah rasa penasaran.
Kreativitas kamu adalah daya tarik utama yang membuat orang ingin berbagi pengalaman ini di media sosial.
Melibatkan Audiens Secara Langsung
Berikan kesempatan kepada audiens untuk berinteraksi langsung dengan kampanye kamu. Misalnya, adakan tantangan kecil, permainan, atau pengalaman unik yang memicu keterlibatan mereka. Semakin interaktif, semakin besar peluang mereka untuk berbagi pengalaman ini dengan orang lain.
Manfaatkan Media Sosial
Integrasikan kampanye guerilla marketing kamu dengan media sosial. Buat hashtag khusus, dorong audiens untuk mengunggah pengalaman mereka, dan pastikan kamu menanggapi interaksi di media sosial. Hal ini dapat memperluas jangkauan kampanye kamu secara organik.
Patuhi Hukum dan Etika
Pastikan kampanye kamu tidak melanggar aturan setempat atau menyinggung pihak tertentu. Kampanye yang kontroversial memang bisa menarik perhatian, tetapi efek jangka panjangnya bisa merugikan reputasi bisnis kamu.
Tertarik Menerapkan Guerilla Marketing?
Nah, itulah penjelasan mengenai contoh guerilla marketing lengkap dengan definisi, jenis, hingga tips penerapannya.
Untuk menyukseskan strategi marketing ini, kamu perlu memperhatikan target audiens. Kamu bisa mempelajari interest dan kesukaan mereka menggunakan Adsumo.
Fitur riset target audiens milik Adsumo juga bisa kamu gunakan untuk menemukan interest tersembunyi yang bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pemasaran.
Selain fitur target audiens, kamu juga bisa menggunakan Adsumo untuk memantau performa iklan yang dibuat secara real time. Dengan Adsumo, maka proses pemasaran menjadi lebih mudah dan optimal. Jadi, kalau kamu ingin menjalankan guerilla marketing atau strategi marketing lain, jangan lupa untuk berlangganan Adsumo.