Targeting adalah bagian penting dalam STP atau Segmenting, Targeting, dan Positioning. Sebagai pemilik usaha, kamu harus bisa mengetahui apa yang dimaksud dengan targeting dalam pemasaran.
Pada dasarnya, targeting merupakan sebuah proses menentukan target pasar yang akan menjadi fokus dalam pemasaran. Dengan targeting, maka proses pemasaran akan lebih fokus dan efektif.
Di artikel Adsumo ini, kami akan mengulas lebih jauh tentang targeting. Simak penjelasan selengkapnya di sini.
Apa Itu Targeting?
Sumber: Freepik
Sebelum membahas berbagai hal mengenai targeting, kita perlu mengenal terlebih dahulu definisi dari targeting.
Targeting adalah sebuah proses di mana pemasar perlu melakukan identifikasi audiens target, kemudian memasarkan produk kepada mereka lewat berbagai saluran.
Dengan membangun persona pengguna yang tepat, memahami kebiasaan pengguna, dan menemukan platform yang tepat untuk menjangkau target pasar, maka pemasar bisa meningkatkan kinerja campaign yang dijalani.
Targeting adalah proses lanjutan dari segmentasi dan merupakan proses untuk menentukan pasar yang dipilih secara nyata serta merencanakan media iklan yang dapat digunakan untuk membuat segmen tersebut tertarik.
Di era digital seperti saat ini, praktik penargetan atau targeting semakin luas yang awalnya hanya lewat media cetak, kini sudah fokus pada media digital.
Mengapa Targeting Penting dalam Pemasaran?
Dalam strategi pemasaran, targeting adalah proses menentukan segmen pasar yang paling potensial untuk produk atau layanan yang ditawarkan.
Targeting sangat penting karena dapat meningkatkan efektivitas pemasaran, menghemat biaya, dan meningkatkan konversi. Berikut beberapa alasan mengapa targeting memiliki peran krusial dalam pemasaran:
Meningkatkan Efektivitas Pemasaran
Dengan targeting yang tepat, bisnis bisa fokus pada audiens yang benar-benar membutuhkan produk atau layanan. Ini memungkinkan komunikasi pemasaran yang lebih relevan dan personal, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterima oleh target pasar.
Menghemat Biaya Promosi
Alih-alih menghabiskan anggaran untuk menjangkau semua orang, targeting memungkinkan bisnis menggunakan sumber daya secara efisien dengan hanya menyasar calon pelanggan yang potensial. Ini membantu mengurangi pemborosan biaya iklan dan meningkatkan return on investment (ROI).
Meningkatkan Konversi dan Penjualan
Ketika pemasaran ditargetkan kepada audiens yang memang memiliki minat dan kebutuhan terhadap produk, peluang konversi menjadi lebih tinggi. Pelanggan cenderung lebih tertarik, lebih cepat mengambil keputusan, dan lebih loyal terhadap brand.
Membedakan dari Kompetitor
Dengan strategi targeting yang jelas, bisnis bisa membangun keunggulan kompetitif. Jika sebuah brand mampu memahami dan memenuhi kebutuhan target pasarnya lebih baik daripada kompetitor, maka brand tersebut akan lebih mudah menonjol di pasar.
Memudahkan Personalisasi dan Customer Experience
Pemasaran yang tertarget memungkinkan personalisasi dalam komunikasi, seperti rekomendasi produk berbasis preferensi pelanggan atau kampanye email yang lebih spesifik. Hal ini meningkatkan customer experience dan memperkuat hubungan brand dengan pelanggan.
Strategi Targeting dalam Pemasaran
Sumber: Freepik
Setelah kamu memahami definisi dan arti penting targeting, kini saatnya kita mempelajari strategi targeting apa saja yang perlu dilakukan dalam pemasaran. Berikut penjelasan selengkapnya.
Undifferentiated Targeting Marketing
Undifferentiated marketing adalah pendekatan di mana bisnis melakukan penelitian pasar global untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan mengemas produk dengan tepat.
Dalam strategi ini, perusahaan hanya fokus pada satu pendekatan pemasaran yang dioptimalkan untuk efisiensi dan efektivitas. Tidak hanya itu, strategi ini juga bisa meningkatkan kualitas produk, distribusi, dan promosi.
Tujuan undifferentiated targeting adalah perusahaan bisa menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen untuk menghemat biaya produksi. Pendekatan ini bisa membantu kamu menentukan strategi penjualan supaya produk bisa bersaing di pasar.
Differentiated Targeting Marketing
Differentiated marketing adalah strategi targeting di mana perusahaan membagi audiens menjadi beberapa kelompok dan mengidentifikasi setiap kelompok tertentu.
Dalam strategi ini, perusahaan akan menciptakan produk berbeda untuk setiap kelompok target dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan produk dan layanannya.
Dengan audiens yang terbagi menjadi beberapa kelompok, maka perusahaan perlu menyesuaikan produk atau layanan sesuai dengan kebutuhan kelompok-kelompok tersebut. Perusahaan perlu melakukan penyesuaian untuk memastikan efektivitas anggaran yang dimiliki.
Concentrated Targeting Marketing
Concentrated marketing adalah strategi yang menargetkan satu pasar dengan potensi pembelian tinggi. Tujuannya untuk fokus pada segmen pasar tertentu yang memungkinkan perusahaan untuk menghemat biaya pemasaran dengan cara menyesuaikan produk, promosi, dan penjualan.
Melalui strategi ini, pengeluaran anggaran pemasaran menjadi lebih efektif karena fokus pada target pasar spesifik, sehingga meningkatkan ROI dibandingkan pemasaran yang tidak terarah.
Custom Targeting Marketing
Terakhir, strategi targeting adalah custom targeting marketing. Strategi ini lebih personal dibandingkan concentrated marketing.
Dalam strategi ini, penawaran yang diberikan secara langsung kepada individu. Email marketing atau phone marketing bisa menjadi media yang tepat untuk mengoptimalkan strategi targeting ini.
Kamu bisa mengirimkan email pribadi kepada audiens yang sudah kamu identifikasi sebagai calon pelanggan potensial.
Tips Menjalankan Strategi Targeting yang Efektif dalam Pemasaran
Sumber: Freepik
Targeting adalah langkah penting dalam pemasaran yang menentukan segmen pelanggan yang paling potensial untuk produk atau layanan yang ditawarkan.
Strategi targeting yang tepat akan membantu bisnis mengoptimalkan pemasaran, meningkatkan konversi, serta membangun loyalitas pelanggan. Berikut beberapa tips untuk menjalankan strategi targeting yang efektif:
Pahami dan Lakukan Segmentasi Pasar
Sebelum menentukan target, pastikan kamu melakukan segmentasi pasar terlebih dahulu. Gunakan beberapa pendekatan berikut:
- Demografis: Usia, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, dan tingkat pendidikan.
- Geografis: Lokasi pelanggan, apakah mereka tinggal di kota besar, pedesaan, atau wilayah tertentu.
- Psikografis: Gaya hidup, minat, kepercayaan, dan nilai yang mereka anut.
- Perilaku: Kebiasaan belanja, tingkat loyalitas terhadap brand, serta preferensi produk.
Dengan segmentasi yang jelas, kamu bisa lebih mudah menentukan target yang paling potensial untuk bisnis.
Gunakan Data dan Analisis Pelanggan
Memahami pelanggan melalui data sangat penting untuk menyusun strategi targeting yang tepat. Manfaatkan tools seperti Google Analytics, Facebook Insights, atau data dari email marketing untuk mengetahui pola perilaku pelanggan. Semakin banyak data yang dikumpulkan, semakin akurat strategi targeting yang bisa diterapkan.
Pilih Segmen yang Paling Potensial
Tidak semua segmen pasar cocok untuk bisnismu. Pilih target berdasarkan:
- Ukuran pasar: Apakah segmen ini cukup besar dan menguntungkan?
- Daya beli pelanggan: Apakah mereka mampu membeli produk atau layanan yang kamu tawarkan?
- Persaingan pasar: Apakah segmen ini masih memiliki peluang, atau sudah terlalu kompetitif?
- Kesesuaian dengan bisnis: Apakah produk atau layananmu benar-benar bisa memenuhi kebutuhan mereka?
Dengan memilih target yang tepat, strategi pemasaran akan lebih efektif dan efisien.
Gunakan Pesan Pemasaran yang Relevan dan Personal
Setelah menentukan target, pastikan pesan pemasaran yang kamu gunakan relevan dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Gunakan teknik personalisasi, seperti:
- Menyebut nama pelanggan dalam email marketing.
- Menyesuaikan iklan berdasarkan minat pelanggan.
- Menggunakan storytelling yang sesuai dengan nilai dan gaya hidup audiens.
Pesan yang tepat akan membuat pelanggan merasa lebih terhubung dengan brand-mu.
Manfaatkan Digital Marketing dan Iklan Berbayar
Untuk menjangkau target dengan lebih efektif, manfaatkan platform digital seperti:
- Google Ads untuk menargetkan pencarian spesifik.
- Facebook & Instagram Ads untuk menyasar audiens dengan minat tertentu.
- LinkedIn Ads jika target audiens adalah profesional atau bisnis.
Dengan iklan berbayar yang tepat, kamu bisa menjangkau audiens yang lebih spesifik dan meningkatkan peluang konversi.
Uji dan Evaluasi Strategi Targeting
Strategi targeting harus terus diuji dan dievaluasi agar tetap efektif. Beberapa cara untuk melakukan evaluasi:
- Analisis metrik konversi dan engagement.
- Minta feedback dari pelanggan untuk memahami kebutuhan mereka lebih dalam.
- Lakukan A/B testing untuk melihat strategi mana yang lebih efektif.
Sudah Bisa Melakukan Targeting?
Nah, itulah penjelasan mengenai targeting yang perlu kamu pahami. Dari penjelasan di atas, kita bisa mengetahui bahwa targeting adalah proses perusahaan melakukan identifikasi target marketingnya.
Dengan melakukan targeting, maka kamu bisa membuat campaign yang sesuai dan relevan dengan target audiens.
Kini kamu bisa menentukan targeting dengan mudah menggunakan Adsumo karena ada fitur audience targeting. Dengan fitur ini, kamu bisa menemukan target audiens yang tepat.
Tidak hanya itu, kamu juga bisa mengetahui interest audiens dengan cepat dan mudah. Bahkan, kamu juga bisa menemukan interest tersembunyi yang tidak terpikirkan sebelumnya. Jadi, kalau ingin targeting lebih optimal, jangan lupa berlangganan Adsumo sekarang juga!