Cara meningkatkan ROAS Facebook Ads paling masuk akal dimulai dari target yang realistis dan pengukuran yang benar. Fokusnya: pahami ROAS goal, tentukan angkanya dari data historis, lalu rapikan funnel dan creative supaya sistem Meta bisa mengejar nilai pembelian terbaik. Kita akan membahas info menarik lainnya lagi di artikel Adsumo hari ini!
Apa itu Target ROAS?
ROAS (Return on Ad Spend) itu intinya rasio balik modal dari iklan: kamu keluarin berapa, baliknya berapa. Dan kalau kamu pengin ROAS naik, kamu butuh dua hal: (1) target yang masuk akal, (2) eksekusi yang nggak bikin algoritma tersandung.
Di Meta Ads, salah satu fitur yang sering dipakai untuk mengejar efisiensi adalah ROAS goal. Konsepnya: kamu memasukkan angka target ROAS, lalu Meta akan berusaha menargetkan nilai pembelian setinggi mungkin sambil mencoba menjaga ROAS kira-kira di angka yang kamu masukkan.
Tapi catatan pentingnya: kepatuhan terhadap target ini tidak dijamin. Meta berusaha, bukan janji. Secara official, ROAS goal dipakai kalau kamu punya target “return” tertentu dari belanja iklan, dan kamu ingin sistem bidding mengejar target itu sambil memaksimalkan nilai pembelian.
Yang perlu kamu pahami:
- Target ROAS bisa diisi dalam rentang 0,001 sampai 1000,00, tapi angka besar bukan berarti otomatis bisa tercapai kalau data dan margin bisnisnya nggak mendukung.
- ROAS goal ini merupakan salah satu opsi strategi bidding/kontrol biaya bersama cost per result goal dan bid cap.
- ROAS goal hanya tersedia saat kamu memilih performance goal “Maximize value of conversions” dan kamu memenuhi syaratnya.
Kapan cocok dipakai? Biasanya saat kamu sudah punya data pembelian yang cukup dan pengin “menahan” profitabilitas sambil tetap scale. Kalau kamu masih tahap awal banget, biasanya terlalu cepat untuk ngunci target.
Cara Menentukan Angka Target ROAS yang Realistis

Ini bagian yang paling sering bikin orang kejebak: asal pasang target. Padahal Meta sendiri menyarankan mulai dari data ROAS historis.
Ambil patokan dari ROAS rata-rata sebelumnya
Mulai dari ROAS rata-rata kampanye konversi yang mirip, lalu naikkan/turunkan sesuai performa. Kamu bisa lihat ROAS lama dengan menambahkan kolom ROAS di laporan Ads Manager kampanye sebelumnya.
Versi simpelnya: jangan tiba-tiba berharap ROAS 5 kalau historis kamu mentok di 1,3. Bukan nggak boleh mimpi, tapi mimpinya bertahap.
Pahami makna angka 1,00 (break-even)
Kalau kamu ingin “balik modal” pakai target ROAS, set 1,00 = kira-kira 100% return dari belanja iklan. Misalnya nih, spend 100, balik 100 sesuai pengaturan atribusi.
Kalau mau untung, set di atas 1,00
Contoh konsepnya: target ROAS 1,15 berarti kamu menargetkan kira-kira 115% return yang artinya spend 100, balik 115.
Tapi ingat: “angka ideal” tiap bisnis beda, tergantung margin, AOV, repeat order, dan biaya operasional. Produk margin tipis ya nggak bisa disuruh ROAS tinggi terus tanpa ngorbanin volume.
Naikkan pelan-pelan
Meta menyarankan mulai dari target yang realistis, lalu perlahan dinaikkan sambil menyempurnakan kampanye. Ini cocok banget buat kamu yang pengin ROAS naik stabil, bukan naik semalam lalu besoknya jeblok.
Cara Meningkatkan ROAS Facebook Ads

Nah sekarang bagian “yang bikin angka naik” di lapangan. Karena Target ROAS itu alat bantu; hasilnya tetap ditentukan oleh kualitas sinyal dan penawaranmu.
Pastikan kamu menilai setelah learning cukup
Meta menyarankan evaluasi biaya/hasil setelah learning phase atau sejak “significant edit”, dan idealnya setelah ad set punya sekitar 50 optimization events supaya delivery lebih stabil.
Kalau kamu baru dapat 5 purchase lalu panik, ROAS kamu bakal naik-turun kayak roller coaster. Bukan karena iklannya jelek, tapi karena datanya belum matang.
Meningkatkan ROAS lewat “nilai pembelian”, bukan cuma ngirit spend
Karena ROAS = revenue / spend, kamu bisa meningkatkan ROAS dengan:
- naikin AOV (bundling, upsell, minimum order)
- naikin conversion rate (landing page lebih cepat, trust lebih kuat)
- naikin quality traffic (creative yang lebih relevan)
Seringnya, “cara meningkatkan ROAS” yang paling cepat justru ada di halaman produk dan checkout, bukan di Ads Manager.
Rapikan creative: hook jelas, offer jelas, bukti sosial
ROAS jatuh itu sering bermula dari iklan yang “ramai tapi nggak niat beli”. Pastikan isi konten creative kamu:
- ngomong ke masalah yang spesifik
- jelas apa yang dijual + benefitnya
- ada proof (testi, review, before-after)
- CTA satu, jangan tiga arah
Kalau CTR bagus tapi ROAS jelek, biasanya problemnya bukan menarik tidaknya iklan, melainkan “yang datang bukan calon pembeli”, atau funnel-nya bocor.
Jangan sering “ngacak-ngacak” ad set yang lagi jalan
Setiap kamu mengubah budget besar, targeting, event optimasi, bid strategy, sistem bisa butuh adaptasi lagi. Kalau kamu baru pasang ROAS goal, kasih ruang bernapas dulu sebelum kamu mengubah 5 hal sekaligus.
Bandingkan apple to apple saat baca ROAS
Gunakan rentang waktu yang sama, placement yang mirip, dan attribution setting yang konsisten. ROAS itu sensitif, beda window atribusi saja bisa mengubah angka.
Kalau ROAS kamu masih seret, cek ini:
- Target ROAS kamu realistis nggak dibanding historis?
- Kamu pakai “Maximize value of conversions” (syarat ROAS goal)?
- Data sudah cukup (learning / cukup event) sebelum ambil keputusan besar?
- AOV & conversion rate landing page sudah bener, atau masih bocor?
- Creative sudah relevan dan “mengundang pembeli”, bukan cuma penghibur?
Kesimpulan
Cara meningkatkan ROAS Facebook Ads bisa dimulai dari memakai ROAS goal. Meta akan mengejar nilai pembelian tertinggi sambil berusaha menjaga ROAS mendekati angka target, tapi hasilnya tetap tidak dijamin.
Kunci utamanya ada di angka target yang realistis dengan ambil dari ROAS historis, pahami break-even 1,00, lalu naikkan bertahap dan evaluasi performa setelah delivery cukup stabil.
Kalau mau ROAS benar-benar naik dan tahan lama, rapikan juga “mesin uangnya”: creative yang relevan, funnel yang nggak bocor, dan strategi menaikkan nilai pembelian karena ROAS bukan cuma urusan bidding, tapi urusan bisnis end-to-end.

