Cara membuat interest stack Facebook Ads dimulai dari memilih minat inti yang menunjukkan niat beli, lalu menambahkan lapisan perilaku dan demografi agar audiens makin presisi. Dengan tumpukan yang tepat, iklan lebih relevan sehingga CTR naik dan biaya akuisisi bisa turun. Di artikel Adsumo hari ini, kita akan membahas cara membuat interest stack Facebook Ads plus tips scaling dan jebakan yang harus kamu hindari.
Apa Itu Interest Stacking?
Kalau kamu sering main di Ads Manager, kamu pasti paham bahwa minat di Facebook itu luas banget. Dari yang niat beli tinggi sampai yang cuma sekadar hobi.
Nah, interest stacking adalah praktik menggabungkan beberapa kategori minat yang relevan ke dalam kombinasi berlapis (AND/OR) untuk membangun audiens yang jauh lebih spesifik.
Bayangin kamu jual produk di niche kebugaran. Target “Kecantikan” doang itu kebanyakan orangnya, dan belum tentu siap beli. Dengan interest stacking, kamu bisa menggabungkan minat seperti:
- Tips makeup warm tone
- Cushion untuk kulit kering
- Skincare yang aman untuk kulit sensitif
Hasilnya, iklanmu cenderung muncul ke orang yang benar-benar tertarik di niche itu. Kalau stackingnya kamu susun dengan benar, presisinya meningkat, skor relevansi ikut naik, dan biasanya biaya juga jadi lebih terkendali.
Mengapa Interest Stack Facebook Ads Penting?

Semakin lama, kondisi iklan Facebook sudah beda dibanding beberapa tahun lalu. Bukan berarti Facebook Ads nggak efektif, justru masih kuat, tapi kamu perlu main lebih rapi.
CPM makin mahal
Saat biaya tayang iklan naik, targeting yang asal-asalan jadi cepat bikin boncos. Interest stacking membantu kamu menebus kenaikan CPM karena impresi yang kamu beli lebih berkualitas.
Sinyal makin terbatas
Sejak perubahan privasi, tracking dan sinyal perilaku jadi lebih menantang. Karena itu, banyak pengiklan mengandalkan kombinasi data dan minat perilaku di Facebook.
Dengan interest stacking, kamu memberi algoritma sinyal yang lebih jelas soal siapa yang paling mungkin beli.
Kreatif cepat lelah
Kalau audiens kamu terlalu luas, materi iklan bisa cepat terkesan basi karena frekuensinya tinggi di segmen yang sama. Sebaliknya, segmen yang lebih ketat membuatmu bisa merotasi pesan lebih terarah, tanpa membuat semua orang merasa “kok iklan ini lagi, ini lagi”.
Cara Membuat Interest Stack Facebook Ads
Sekarang masuk ke bagian yang paling kamu cari, cara membuat interest stack Facebook Ads yang praktis.
Langkah 1: Mulai dari Niat Inti
Pilih satu minat yang mencerminkan niat beli, bukan sekadar rasa penasaran. Contoh:
- Kalau kamu jual lemari buku, daripada “Rak buku” yang terlalu luas, pilih yang lebih niat seperti “Desain rak buku aesthetic.”
- Kalau kamu jual produk hewan peliharaan, daripada “Kucing” doang, pilih “Makanan kucing premium”.
Tipsnya, minat inti itu fondasi. Kalau fondasinya udah salah, lapisan berikutnya mau sebagus apa pun hasilnya tetap setengah-setengah.
Langkah 2: Tambahkan Sinyal Kepemilikan atau Perangkat
Setelah minat inti, lapisi dengan perilaku yang membuktikan user ini serius di niche tersebut. Contoh perilaku yang sering dipakai:
- Pembeli online (3 bulan)
- “Baru menikah” untuk layanan konsultasi keluarga
Di sini, kamu seperti menginstruksikan Facebook “Aku mau orang yang bukan cuma suka topiknya, tapi juga punya kebiasaan transaksi.”
Langkah 3: Saring dengan Demografi atau Tahap Kehidupan
Kalau produkmu menargetkan ke usia, status, atau konteks hidup, filter demografi bisa mengurangi pemborosan. Contoh:
- Usia 25–44 + Orang tua baru untuk perlengkapan bayi ramah lingkungan
- Kode pos/area dengan pendapatan tinggi untuk produk premium (kalau memang tersedia di targeting kamu)
Intinya, demografi itu bukan untuk menghakimi audiens, tapi untuk menyesuaikan daya beli dan kebutuhan.
Langkah 4: Kecualikan yang Bukan Pembeli
Ini yang sering dilupakan, stacking tanpa exclusion itu kayak nyaring air tapi lupa menutup keran bocor.
Yang bisa kamu exclude:
- Pelanggan yang sudah ada kalau kamu punya custom audience
- Pemburu diskon/kupon kalau kamu memiliki datanya
- Wilayah yang kualitasnya rendah berdasarkan data penjualanmu
Dengan begitu, ads campaign akan lebih bersih dan datanya lebih enak buat optimasi.
Peningkatan Kinerja di Dunia Nyata
Di praktiknya, interest stacking sering membuat metrik lebih sehat karena audiens yang masuk memang lebih relevan. Umumnya pola yang terlihat adalah CTR naik, CPA turun, dan kualitas traffic lebih bagus.
Kalau kamu ingin memvalidasi ini di akunmu sendiri, caranya simpel sih. Kamu bisa mengambil 1 campaign dengan targeting biasa, lalu buat versi duplikat dengan stacking yang rapi.
Jalankan dengan budget yang mirip selama beberapa hari, lalu bandingkan hasilnya secara apples-to-apples.
Tips Kreatif & Copy untuk Interest Stack
Targeting kamu udah spesifik? Nah, kreatif dan copy harus ikut berkontribusi ke interest stacking di Facebook Ads.
Hook awal
Contoh gaya pembuka:
“Buat kamu yang serius mau hidup sehat dan lagi nyari resep healthy meal yang bernutrisi..”
Kalimat seperti ini membuat audiens merasa, “Ini gue banget.”
Tonjolkan identitas bersama
Gunakan visual yang jelas niche-nya. Kalau kamu target remaja yang suka skincare, tampilkan beauty salon yang relevan. Kalau target penggemar sticker dan gantungan kunci, tampilkan setting aksesoris tas yang lucu.
Manfaatkan urgensi dengan wajar
Segmen kecil cenderung cepat jenuh. Karena itu, rotasi ide konten kreatif setiap 7–10 hari bisa membantu menjaga performa.
Jebakan Interest Stack FB Ads & Cara Menghindarinya
Coba perhatikan beberapa poin ini sehingga kamu bisa menghindarinya:
- Menumpuk terlalu banyak lapisan
Kalau audiens turun di bawah 1.000, ads campaign bisa susah keluar dari learning phase. Target aman untuk banyak bisnis adalah 10 ribu–100 ribu, tergantung niche.
- Minat yang berlebihan atau sinonim
“Lari” + “Jogging” biasanya tidak menambah presisi, cuma duplikasi. Pilih minat yang saling melengkapi, bukan yang sama artinya.
- Mengabaikan pengecualian
Kalau kamu punya data pelanggan, exclude itu wajib. Selain hemat, data optimasinya jadi lebih bersih.
Interest Stacking vs Metode Targeting Lain
Kita juga bisa membandingkan Interest Stack Facebook Ads dengan beberapa metode berikut ini:
- Broad interest: jangkauan besar, tapi rawan boros kalau kreatif dan offer belum kuat.
- Lookalike saja: bisa bagus, tapi kualitasnya tergantung sinyal dan tracking.
- Interest stacking: biasanya unggul di relevansi dan efisiensi, terutama untuk niche yang jelas.
Kesimpulan
Intinya, cara membuat interest stack Facebook Ads yang efektif itu bukan soal menumpuk sebanyak-banyaknya, tapi soal menyusun lapisan yang saling melengkapi. Biasanya, 3–4 lapisan sudah jadi titik maksimal antara presisi dan skala.
Dan supaya menang iklan secara konsisten, tumpukan audiens yang rapi harus jalan bareng dengan konten kreatif yang menarik, relevan, dan menghasilkan!

