Kalau iklan Facebook (Meta Ads) kamu stuck di Learning Phase, hasilnya terasa nggak enak. Performa naik-turun, biaya mahal, dan konversi nggak konsisten. Learning Phase sebenarnya adalah bagian normal dari sistem Meta Ads, tapi kalau kelamaan atau bahkan berubah jadi Learning Limited, campaign kamu bisa lambat berkembang dan budget kebuang.
Apa Itu Learning Phase di Facebook Ads?
Penting banget buat paham kenapa iklan Facebook stuck learning phase, cara keluar dari kondisi ini, dan cara mencegahnya dari awal supaya iklan kamu bisa scale dengan lebih aman. Ayo kita kenalan dulu dengan apa itu Learning Phase di Facebook Ads bersama Adsumo.
Setiap saat kamu:
- Meluncurkan ad set baru, atau
- Melakukan perubahan besar (budget, audience, creative, objective),
- Meta akan memasukkan ad set tersebut ke Learning Phase.
Di fase ini, algoritma Facebook sedang belajar mencari tahu siapa orang yang paling mungkin melakukan klik, lead, purchase, kapan iklan paling efektif ditampilkan, dan di placement mana performanya paling bagus.
Karena masih belajar, hasil iklan biasanya belum stabil. Hari ini bagus, besok bisa anjlok. Cost per result bisa lebih mahal, dan ROAS sering belum konsisten. Ini normal, selama fase belajar cepat selesai.
Masalahnya muncul kalau iklan terlalu lama stuck di Learning Phase.
Kenapa Iklan Facebook Stuck Learning Phase?

Walaupun setup kamu kelihatannya sudah benar, ada beberapa penyebab umum kenapa iklan Facebook stuck learning phase dan nggak kunjung stabil.
Event Optimasi Terlalu Sedikit
Agar bisa keluar dari Learning Phase, satu ad set biasanya butuh sekitar 50 event optimasi dalam ±7 hari. Event ini tergantung tujuan kamu, misalnya:
- Purchase
- Lead
- Add to Cart
- Click
Kalau event-nya terlalu sedikit, algoritma Facebook nggak punya cukup data untuk belajar. Akhirnya, iklan tetap berada di Learning Phase atau berubah jadi Learning Limited.
Budget Terlalu Kecil
Budget kecil sering jadi penyebab utama kenapa iklan Facebook stuck learning phase. Logikanya simpel:
- Budget kecil → reach terbatas
- Reach terbatas → event sedikit
- Event sedikit → learning nggak selesai
Kalau Facebook melihat peluang konversinya kecil, sistem akan menyerah dan menandai ad set kamu sebagai Learning Limited.
Terlalu Banyak Ad Set
Terlalu banyak ad set dengan budget kecil membuat data terpecah-pecah. Setiap ad set dapat jatah impresi dan konversi yang minim sehingga proses learning jadi super lambat.
Bukannya makin optimal, malah:
- Semua ad set stuck learning
- Tidak ada yang benar-benar perform
Terlalu Sering Edit Iklan
Setiap kali kamu melakukan perubahan besar, Facebook akan reset Learning Phase. Contoh edit yang sering membuat reset:
- Ganti creative
- Ganti audience
- Ganti objective
- Naik/turun budget terlalu ekstrem
Kalau kamu edit hampir setiap hari, algoritma nggak pernah selesai belajar karena selalu dipaksa mulai dari nol.
Apa Itu Status “Learning Limited”?
Terkadang, iklan kamu bukan cuma stuck, tapi dapat label Learning Limited. Artinya, Facebook memprediksi ad set kamu tidak akan mendapatkan cukup event untuk keluar dari Learning Phase.
Dampaknya bisa menjadi beberapa hal berikut ini:
- Cost per result lebih mahal
- Delivery tidak stabil
- Performa terlihat random
Tapi tenang, Learning Limited bukan hukuman berat buat advertisers. Ini sinyal bahwa setup iklan kamu perlu diperbaiki.
Cara Mengatasi Iklan Facebook Stuck Learning Phase

Sekarang masuk ke bagian paling penting: solusinya.
Naikkan Budget Secara Strategis
Kalau event optimasi kurang, solusi paling logis adalah menaikkan budget, tapi dengan cara yang benar. Contoh simpel:
- Cost per purchase kamu Rp150.000
- Facebook butuh ±50 purchase
- Total budget ideal = ±Rp7.500.000 / minggu
Artinya, sekitar Rp1 jutaan per hari untuk satu ad set.
Tips penting, jangan naikkan budget lebih dari ±20% sekaligus karena lonjakan besar bisa menjadi reset learning.
Sederhanakan Struktur Campaign
Daripada punya banyak ad set kecil, coba gabungkan audience yang mirip dan fokus ke lebih sedikit ad set dengan budget lebih besar
Struktur yang simpel akan membuat data terkumpul lebih cepat, learning lebih cepat selesai, dan performa lebih stabil.
Pilih Event Optimasi yang Realistis
Kalau akun kamu masih baru atau volume kecil, jangan langsung optimasi ke Purchase. Alternatif yang lebih masuk akal:
- Landing Page View
- Add to Cart
- Initiate Checkout
Setelah iklan keluar dari learning dan data sudah cukup, baru naikkan optimasi ke event bernilai lebih tinggi.
Hindari Edit yang Tidak Perlu
Biar iklan nggak terus reset learning, pastikan creative & copy sudah final sebelum launch. Kalau mau edit, lakukan sekalian, bukan satu per satu.
Selain itu, usahakan edit setelah iklan keluar dari Learning Phase. Sedikit sabar di awal bisa menyelamatkan performa jangka panjang.
Perluas Audience Kalau Terlalu Sempit
Audience yang terlalu sempit membuat algoritma kesulitan cari konverter. Coba lakukan beberapa hal berikut:
- Longgarkan interest
- Gunakan Broad Audience
- Aktifkan Advantage+ Audience (kalau relevan)
- Audience yang lebih luas memberi Facebook ruang untuk belajar lebih cepat.
Best Practice Supaya Tidak Stuck Learning Phase Lagi
Biasakan checklist beberapa poin ini setiap launch campaign:
- Launch iklan dalam kondisi final
- Gunakan ad set secukupnya, jangan kebanyakan
- Sesuaikan event optimasi dengan budget
- Pantau kolom “Learning” & “Learning Limited” di Ads Manager
- Sabar di 2–3 hari pertama (hasil naik-turun itu normal)
Ingat, Meta belajar dari data, tugas kamu adalah menyediakan data yang cukup.
Kesimpulan
Learning Phase bukan bug, ini memang cara kerja algoritma Meta Ads. Tapi kalau kamu paham kenapa iklan Facebook stuck learning phase, kamu bisa mengelolanya dengan lebih cerdas.
Dengan melakukan beberapa poin ini:
- Budget yang cukup dan naik bertahap
- Struktur campaign yang simpel
- Event optimasi yang realistis
- Minim edit yang tidak perlu
- Audience yang tidak terlalu sempit,
kamu bisa membantu iklan keluar dari Learning Phase lebih cepat, masuk ke fase Active, dan menghasilkan performa yang lebih stabil serta ROAS yang bisa diprediksi!
