CPM India umumnya dikenal lebih rendah dibanding negara-negara maju sehingga sering jadi incaran untuk campaign berbiaya efisien.
Di artikel Adsumo ini, kita bahas perkiraan kisaran CPM India, apa saja faktor yang membuat angkanya naik-turun, dan contoh kategori produk yang sering jalan di pasar India.
Setelah itu, kamu bisa tentukan strategi konten, targeting, dan penawaran iklan yang paling masuk akal untuk tujuan bisnismu.
Berapa CPM India?
Kalau kamu lagi riset budget iklan lintas negara, India biasanya muncul sebagai salah satu bintang untuk efisiensi biaya. Dalam salah satu rangkuman negara dengan CPM rendah, India disebut berada di kisaran sekitar $2,70 dan bahkan jadi yang paling rendah di daftar tersebut.
Kalau kita bicara konteks monetisasi dan perbedaan bayaran berdasarkan wilayah, khususnya ekosistem Facebook, India disebut berada di sekitar $2,70 CPM.
Hal ini dengan ilustrasi perkiraan pembayaran kreator $1,49 per 1.000 penayangan. Angka dapat berbeda tergantung kondisi akun, audiens, dan jenis konten.
Jadi, CPM India cenderung berada di rentang rendah sekitar 2–3 dolar AS per 1.000 impresi untuk banyak skenario, tapi tetap bisa berubah sesuai platform, niche, kualitas audiens, dan musim belanja.
Bahkan, CPM sangat fluktuatif karena dipengaruhi banyak faktor seperti jenis konten, platform, lokasi, hingga kondisi yang sedang terjadi.
Kenapa CPM India Sering Lebih Rendah?
Biar tidak sekadar hafal angka, kamu perlu paham mesin di balik CPM. Secara garis besar, CPM ditentukan oleh seberapa besar pengiklan mau bayar untuk menjangkau audiens di suatu negara.
Ketika permintaan iklan atau advertiser demand tidak setinggi pasar negara maju, CPM cenderung turun. Itulah mengapa negara berkembang kerap punya CPM lebih rendah.
Terdapat beberapa faktor utama yang membuat CPM beda-beda antarwilayah: permintaan pengiklan, daya beli audiens, dan tingkat kompetisi pasar.
Artinya, walaupun India punya populasi besar, nilai belanja rata-rata dan kompetisi antar brand di segmen tertentu bisa membuat CPM ditahan agar tetap ekonomis bagi pengiklan.
Produk yang Cocok dengan CPM India

Sekarang bagian yang biasanya paling dicari pebisnis. Kalau CPM India rendah, produk apa yang sering masuk akal untuk dipromosikan?
Kita bisa melihat logika sederhananya begini, CPM rendah itu enak untuk awareness dan top-of-funnel, tapi tetap bisa dipakai buat penjualan jika strategi konversinya rapi.
Kategori yang sering relevan di pasar India terutama di ranah digital biasanya punya karakter berikut:
Produk mass market dan harga terjangkau
Misalnya kebutuhan harian, aksesori gadget, atau produk personal care yang tidak butuh edukasi panjang. Dengan CPM rendah, kamu bisa menebar jaring lebih luas untuk mengetes kreatif iklan dan angle yang paling nyantol.
Aplikasi dan layanan digital
India besar di ekosistem aplikasi seperti game kasual, utilitas, OTT, dan layanan berbasis langganan murah. CPM rendah membantu kamu mengumpulkan impresi dan instal lebih efisien, lalu optimasi ke event yang lebih bernilai seperti registrasi, trial, atau pembelian.
Edukasi dan kursus singkat
Untuk edtech, kuncinya bukan sekadar impresi, tapi narasi yang meyakinkan. CPM rendah membantu kamu mengulang pesan tanpa membuat anggaran cepat gosong, terutama kalau kamu mainkan storytelling testimoni dan hasil belajar.
Fintech dan pembayaran
Ini biasanya lebih sensitif karena butuh trust. Namun, kamu tetap bisa efektif kalau fokus ke manfaat konkret, keamanan, dan bukti sosial. CPM rendah bisa dimanfaatkan untuk membangun awareness bertahap sebelum mendorong konversi.
Catatan penting, kategori paling cocok bisa berubah tergantung target kota, bahasa, umur, dan minat. India itu bukan satu pasar tunggal. Satu kreatif yang kencang di satu wilayah bisa biasa saja di wilayah lain.
Cara Memanfaatkan CPM India

Banyak orang kejebak dengan kondisi sudah senang lihat CPM rendah, tapi lupa mengukur kualitas hasil. Ini beberapa langkah yang biasanya terasa paling realistis:
Tentukan tujuan utama dari awal
Kalau tujuanmu awareness, fokus ke CPM, reach, dan ad recall. Kalau tujuanmu penjualan, jangan terhipnotis CPM: ukur juga CTR, CVR, CPA, dan ROAS.
Segmentasi audiens yang masuk akal
Daripada menarget India secara umum, coba pecah: kota besar vs kota tier 2, bahasa, interest, dan perilaku belanja. Dengan begitu, kamu bisa menemukan kantong audiens yang walau CPM-nya sedikit lebih mahal, tapi konversinya jauh lebih sehat.
Uji kreatif dengan narasi lokal
CPM rendah memberi kamu ruang untuk A/B test: variasi headline, format video pendek, UGC, sampai angle problem-solution. Sering kali, peningkatan performa bukan datang dari nambah budget, tapi dari nambah relevansi.
Pantau musim dan momentum
Saat periode belanja besar atau kompetisi iklan meningkat, CPM bisa ikut naik. Karena CPM dinamis, kamu perlu siap menggeser penempatan, jam tayang, atau bahkan tujuan optimasi.
Kesimpulan
CPM India cenderung rendah dan sering berada di kisaran sekitar 2–3 dolar AS per 1.000 impresi pada banyak konteks, dengan beberapa sumber menyebut angka sekitar $2,70 sebagai gambaran umum.
Namun, angka CPM bukan harga mati karena dipengaruhi permintaan pengiklan, daya beli, kompetisi, jenis konten, serta kondisi pasar yang terus berubah.
Kalau kamu ingin memanfaatkan CPM India untuk campaign brand, gunakan CPM rendah sebagai modal eksperimen. Kamu bisa tes kreatif, perjelas segmentasi, dan ukur metrik lanjutan seperti CPA atau ROAS agar hasilnya bukan cuma murah, tapi benar-benar menguntungkan!
