Cara Mengetahui Sub Interest dari Sebuah Interest Cara Mengetahui Sub Interest dari Sebuah Interest

Cara Mengetahui Sub Interest dari Sebuah Interest, Penting untuk Pebisnis!

Cara mengetahui sub interest dari sebuah interest bisa dilakukan dengan memetakan minat turunan yang membentuknya, lalu menguji relevansinya ke audiens. Kamu bisa pakai cara manual seperti kuesioner dan brainstorming, tapi hasilnya sering lama dan bias. Di artikel Adsumo ini, kita akan membahas cara mengetahui sub interest dari sebuah interest dan info menarik lainnya biar targeting kamu makin akurat!

Apakah Bisa Mengetahui Sub Interest dari Sebuah Interest?

Jawabannya bisa, tapi tergantung caranya. Di Facebook Ads, interest itu sering terlihat seperti satu label sederhana. Misalnya: Fitness, Skincare, Coffee, Kpop, atau Travel. 

Tapi realitanya, satu interest bisa berisi campuran banyak ketertarikan turunan yang lebih spesifik. Masalahnya, saat kamu menargetkan interest yang kelihatan pas, hasilnya kadang nggak sesuai ekspektasi. 

CTR biasa aja, konversi seret, atau audiens terasa nggak nyambung. Itu sering terjadi karena interest yang kamu target ternyata terlalu broad, atau isinya campur aduk. Ada yang niat beli, ada yang cuma suka konten.

Makanya, memahami sub interest itu penting. Dengan tahu sub interest dari sebuah interest, kamu bisa:

  • Menulis copy yang lebih ngena karena kamu paham audiensnya sebenarnya suka apa
  • Bikin variasi ad set berdasarkan turunan minat (untuk testing yang rapi)
  • Menghindari audience overlap yang bikin biaya naik diam-diam
  • Lebih percaya diri saat scale budget, karena targetnya jelas

Nah, sekarang kita bahas caranya. Mulai dari yang manual dulu, lalu yang paling gampang.

Cara Mengetahui Sub Interest dari Sebuah Interest dengan Manual

Kalau kamu pengin memahami sub interest dari sebuah interest tanpa tool, kamu tetap bisa melakukannya, tapi anggap saja ini versi lebih ngulik. Cara ini cocok untuk kamu yang baru mulai, atau yang ingin menggabungkan riset market dengan riset iklan.

Baca Artikel Lainnya  50 Nama Cookies Aesthetic dengan Rekomendasi Menu Favorit Pelanggan!

Intinya, kamu perlu mengumpulkan data dan asumsi tentang apakah interest itu terbentuk dari orang-orang seperti apa, dan mereka biasanya tertarik pada apa lagi?

Menyebarkan kuesioner Google Form

Cara paling realistis untuk memetakan sub interest adalah bertanya langsung ke target market kamu. Kamu bisa membuat Google Form yang sederhana, tapi pertanyaannya harus menggali, bukan sekadar tanya kamu suka apa?

Contoh struktur pertanyaan yang bisa kamu pakai:

  • “Kamu tertarik dengan [interest utama] karena apa?”
  • “Akun/brand apa yang sering kamu follow terkait [interest utama]?”
  • “Selain [interest utama], kamu juga sering konsumsi konten tentang apa?”
  • “Kamu lebih suka konten edukasi, hiburan, atau review produk?”
  • “Kalau disuruh pilih, topik mana yang paling kamu cari minggu ini?”

Misalnya, interest utamanya Skincare. Dari jawaban responden, kamu mungkin menemukan pola sub interest seperti:

  • skin barrier, acne prone, retinol, sunscreen, dermatology
  • brand tertentu (yang bisa jadi interest juga)
  • kebiasaan belanja (misalnya suka flash sale atau suka produk premium)

Kelebihan cara ini adalah kamu dapat insight yang sesuai dengan customer, termasuk bahasa yang mereka pakai. Ini berguna untuk copywriting. 

Namun, kekurangannya adalah waktu, respon bisa sedikit, dan hasilnya bisa bias kalau sampelnya tidak tepat.

Brainstorming sub interest dari interest

Kalau kamu belum punya audiens untuk ditanya atau butuh cepat, kamu bisa mulai dari brainstorming. Tapi brainstorming yang bagus itu bukan nebak random, tetap ada polanya.

Pakai 3 lensa ini supaya brainstorming kamu lebih tajam:

  • Aktivitas turunan

Kalau interest utamanya Fitness, aktivitas turunannya bisa: weightlifting, calisthenics, HIIT, marathon, yoga.

  • Masalah yang ingin diselesaikan

Orang yang tertarik fitness belum tentu karena hobi olahraga. Bisa karena: turun berat badan, membentuk otot, pemulihan cedera, postpartum fitness.

  • Produk/alat yang sering terkait

Masih contoh fitness: dumbbell, whey protein, gym equipment, smartwatch, meal prep.

Dari brainstorming ini, kamu bisa membentuk daftar sub interest yang masuk akal. Lalu langkah berikutnya, uji satu per satu di Ads Manager atau pakai sebagai variasi ad set untuk melihat mana yang perform.

Baca Artikel Lainnya  Digital Advertising Specialist: Pengertian, Tugas, Tanggung Jawab, Hingga Jenjang Karier

Kelebihannya, kamu bisa riset lebih cepat, murah, dan menjadi starting point. Kekurangannya, hasil riset cenderung berdasarkan asumsi dan kamu tetap butuh validasi.

Cara Mengetahui Sub Interest dari Sebuah Interest dengan Mudah

Kalau kamu jujur-jujuran, cara manual itu bisa berhasil, tapi melelahkan. Apalagi kalau kamu pegang banyak produk, banyak niche, atau kamu butuh bergerak cepat buat testing.

Daripada ribet, kamu bisa pakai tool yang memang dibuat untuk proses ini. Hasilnya lebih jelas dan kamu nggak perlu nebak-nebak. Di Adsumo, ada fitur Analisa Komposisi Sebuah Interest yang fokus ke satu hal penting, yaitu sebuah interest itu bisa merupakan gabungan dari beberapa interest lainnya.

Dengan fitur ini, kamu bisa mengetahui:

  • Sub interest apa saja yang membentuk sebuah interest
  • Apakah interest yang kamu incar ternyata broad interest (terlalu umum)
  • Komposisinya seperti apa, sehingga kamu benar-benar paham audiens yang kamu target

Kenapa ini penting? Karena saat kamu paham komposisi sebuah interest, kamu jadi lebih yakin bahwa targeting kamu bukan asal pilih. Kamu paham isinya, kamu bisa bikin turunan strategi (stacking/layering), dan lebih percaya diri saat scale up budget. 

Kamu nggak lagi mengandalkan feeling, kamu mengandalkan struktur data. Kalau kamu ingin riset interest yang lebih rapi dan cepat, kamu bisa cek fitur ini di halaman riset Adsumo!

Kesimpulan

Jadi, cara mengetahui sub interest dari sebuah interest itu bukan cuma mungkin, tapi sangat berguna untuk bikin targeting kamu lebih presisi. 

Cara manual seperti kuesioner Google Form dan brainstorming bisa jadi langkah awal yang bagus, terutama kalau kamu ingin memahami bahasa dan motivasi audiens lebih dalam, meskipun butuh waktu dan tetap berisiko bias.

Kalau kamu ingin cara yang lebih cepat dan jelas, pendekatan paling mudah adalah pakai tool yang bisa menganalisis komposisi sebuah interest sehingga kamu paham sub interest pembentuknya dan bisa menarget dengan lebih yakin. 

Pada akhirnya, saat kamu paham isi interest yang kamu targetkan, iklan jadi lebih relevan, testing lebih rapi, dan scaling budget jadi jauh lebih aman.

Kuota Terbatas

Akun Iklan Anti Random Banned!

Dapatkan Privilage Ngiklan Jalur Orang Dalam dengan Akun Facebook Ads Whitelist dari Adsumo
Learn More
Stop_Khawatir_Akun_Facebook_Ads
close-link