Cara Interest Targeting untuk Ecommerce Cara Interest Targeting untuk Ecommerce

Jangan Salah Pilih Audiens dengan Cara Interest Targeting untuk Ecommerce!

Interest targeting untuk ecommerce adalah cara menargetkan iklan ke orang yang punya minat tertentu yang relevan dengan produkmu.

Dengan targeting berbasis minat, iklan jadi lebih personal, lebih tepat sasaran, dan peluang konversinya lebih tinggi. Di artikel Adsumo ini, kita akan membahas interest targeting untuk ecommerce dan info menarik lainnya biar kamu lebih pede saat scale.

Apa Itu Interest Targeting untuk E-commerce

Kalau kamu jualan online dan main Meta Ads, kamu pasti pernah ngerasain fase iklan jalan, traffic ada, tapi checkout-nya tetap seret. Kadang bukan karena produk kamu jelek, bisa jadi karena iklan kamu ketemu orang yang salah. 

Nah, di sinilah interest targeting untuk ecommerce jadi salah satu cara paling masuk akal, terutama buat kamu yang lagi cari pembeli baru. Masalahnya, interest di Meta itu banyak banget. 

Kalau asal pilih, kamu bisa masuk ke audiens yang cuma suka lihat-lihat, bukan yang siap beli. Jadi, kita bahas tentang interest targeting itu apa, lalu bagaimana cara memakainya biar nggak sekadar tebak-tebakan.

Secara sederhana, interest targeting adalah metode menargetkan audiens berdasarkan minat atau ketertarikan yang terlihat dari aktivitas mereka di platform. Contohnya seperti interaksi, halaman yang diikuti, atau perilaku online.

Jadi kamu bisa menayangkan iklan ke orang yang memang relate dengan topik tertentu. Misalnya skincare, makeup, gaya hidup sehat, pecinta kucing, dan seterusnya.

Cara Kerja Interest Targeting

Cara kerjanya, platform mengumpulkan sinyal dari aktivitas pengguna, lalu mengelompokkan mereka ke kategori minat. Dari situ, kamu sebagai pengiklan memilih kategori yang relevan, kemudian iklan ditampilkan ke segmen tersebut di waktu dan placement yang sesuai. 

Karena orangnya sudah tertarik, peluang mereka aware, klik, dan melakukan aksi di produkmu jadi lebih tinggi. Buat ecommerce, manfaat paling kerasa dari interest targeting itu ada di efisiensi. 

Saat kamu menarget orang yang relevan, kamu cenderung dapat engagement lebih baik dan biaya lebih masuk akal karena iklan tidak banyak terbuang ke audiens yang sebenarnya nggak ada kebutuhan. 

Baca Artikel Lainnya  Cara Kerja Facebook Ads: Ini Penjelasan Lengkapnya! [2024]

Selain itu, interest targeting membuat kamu bisa menulis iklan yang lebih personal. Kamu bisa membahas masalah dan keinginan yang relate dengan minat mereka.

Tapi ada catatan penting, interest targeting bisa kurang akurat kalau kamu terlalu mengandalkan label interest tanpa testing. Dan kalau kamu menyempitkan audiens terlalu ketat, kamu malah kehilangan volume dan campaign susah keluar dari fase belajar. 

Jadi, kuncinya tetap memilih interest dengan niat, lalu rajin mengujinya.

Tips Interest Targeting untuk E-commerce

Oke, sekarang masuk ke bagian yang praktikal. Kalau goal kamu jualan dan bukan sekadar view, ini beberapa kebiasaan yang bisa kamu terapkan untuk interest targeting ecommerce agar lebih optimal.

Mengenali Audiens Ideal

Pertama, kenali audiens ideal kamu sedetail mungkin. Bukan cuma “perempuan 18–34”, tapi juga mereka suka konten apa, kebiasaan belanjanya bagaiman, dan masalah apa yang lagi mereka cari solusinya. 

Riset ini bisa kamu tarik dari data toko, insight konten organik, atau tools riset audiens.

Detailed Targeting

Kedua, manfaatkan Detailed Targeting dan jangan takut mengombinasikan interest yang relevan supaya audiens lebih spesifik. Misalnya, kamu jual peralatan kopi rumahan. Kamu bisa coba interest “coffee” lalu dilapisi interest yang lebih mengarah ke lifestyle/peralatan.

Logikanya, semakin dekat interest dengan konteks penggunaan produk, biasanya kualitas traffic lebih bagus.

Menggabungkan Beberapa Cara

Ketiga, jangan terpaku satu metode. Kamu bisa menggabungkan interest targeting dengan lookalike audience. 

Misalnya, lookalike dari pembeli terbaik untuk menjangkau orang baru yang karakternya mirip pelangganmu. Ini sering jadi kombinasi yang enak, interest untuk eksplor niche dan lookalike untuk scale.

Broad vs Narrow

Keempat, lakukan eksperimen broad vs narrow. Kadang interest terlalu sempit bikin delivery ketahan, kadang terlalu broad bikin boncos

Jadi, buat beberapa ad set, satu yang lebih sempit (niche), satu yang lebih luas (broad), lalu lihat data yang menang berdasarkan CPA/ROAS, bukan perasaan.

Fitur Interest Expansion

Kelima, gunakan fitur seperti interest expansion untuk memberi ruang algoritma menjangkau orang yang mirip dan berpotensi tertarik, walau tidak masuk list interest awal. Ini bisa membantu saat audiens niche mulai mentok.

A/B Testing

Keenam, wajib hukumnya A/B testing. Satu produk bisa punya beberapa angle audiens. Testing interest berbeda di set iklan terpisah membantumu cepat paham mana yang cuma banyak klik, mana yang benar-benar beli. 

Baca Artikel Lainnya  Cara Laporkan Masalah Masuk Facebook dengan Mudah dan Cepat

Setelah itu, monitor metrik inti seperti CTR, conversion rate, CPA, dan ROAS untuk iterasi.

Sesuaikan dengan Customer Journey

Terakhir, sesuaikan interest dengan tahap customer journey. Interest awareness cocok untuk edukasi dan problem-aware, tapi untuk closing kamu perlu audiens yang lebih aktif.

Misalnya, audience yang engaged dengan behavior tertentu, atau kombinasi interest yang lebih dekat ke pembelian. Dan kalau kamu serius, gabungkan juga dengan retargeting biar orang yang sudah interaksi tidak hilang begitu saja.

Interest Targeting untuk E-commerce Paling Mudah

Kalau kamu sudah pernah riset interest manual, kamu pasti paham rasanya saat ketik keyword di Ads Manager, tapi hasilnya terbatas. Dan akhirnya kamu berkompetisi dengan banyak advertiser lain di audiens yang sama. Biaya naik, performa turun.

Di sinilah tools riset interest bisa mempercepat kerja kamu. Di Adsumo, fiturnya bisa membantumu menemukan dan mengelola interest lebih cepat, termasuk interest tersembunyi yang sering tidak muncul di pencarian Ads Manager biasa.

Beberapa fitur yang relevan banget untuk interest targeting ecommerce:

  • Search Targeting: mencari ratusan interest/behavior/demographic dari satu keyword dalam hitungan detik, jadi kamu punya banyak opsi untuk testing.
  • Explore Targeting: menemukan interest yang mirip dan relevan dari interest lain. Biasanya berguna saat kamu mau bikin variasi ad set tanpa ngulang riset dari nol.
  • Koleksi Interest Andalan: menyimpan interest terbaik kamu di satu tempat supaya workflow kamu rapi dan scalable.
  • Analisis Komposisi Interest & Audience Overlap: bantu kamu paham isi sebuah interest dan mengecek tumpang tindih audiens antar interest, supaya budget nggak kebuang karena kamu menarget orang yang sama di banyak ad set.

Buat ecommerce yang lagi gencar testing produk/angle, ini biasanya bikin proses lebih sat-set. Kamu bisa eksplor lebih banyak interest, pilih yang paling relevan, simpan, lalu iterasi berdasarkan data.

Kesimpulan

Interest targeting untuk ecommerce itu intinya menempatkan iklan kamu di depan orang yang sudah punya ketertarikan yang relevan supaya iklan terasa lebih personal, lebih tepat sasaran, dan peluang konversi lebih tinggi. 

Secara strategi, kamu perlu mulai dari pemahaman audiens, memilih interest yang dekat dengan niat beli, lalu disiplin testing dan evaluasi metrik.

Kalau kamu pengin prosesnya lebih cepat dan rapi, apalagi saat scale, workflow riset interest yang terstruktur dan tools yang mendukung bisa menemukan lebih banyak opsi interest, menghindari overlap, dan menyimpan interest terbaik untuk dipakai ulang kapan saja!

Kuota Terbatas

Akun Iklan Anti Random Banned!

Dapatkan Privilage Ngiklan Jalur Orang Dalam dengan Akun Facebook Ads Whitelist dari Adsumo
Learn More
Stop_Khawatir_Akun_Facebook_Ads
close-link